Kurikulum Operasional Madrasah

Pandemi Covid-19 membuat banyak sekali perubahan di berbagai sektor, salah satunya adalah pendidikan.Masa pandemi Covid-19 merupakan sebuah kondisi khusus yang menyebabkan ketertinggalan pembelajaran atau learning loss yang berbeda-beda pada ketercapaian kompetensi peserta didik.

Selain learning loss, banyak studi nasional maupun internasional yang menyebutkan bahwa Indonesia juga telah lama mengalami krisis pembelajaran atau learning crisis. Studi-studi tersebut menemukan tidak sedikit anak di Indonesia, termasuk anak-nakan madrasah kita yang kesulitan memahami bacaan sederhana (literasi) ataupun menerapkan konsep matematika dasar (numerasi) Temuan tersebut juga menunjuikkan adanya kesenjangan pendidikan yang cukup curam di antarwilayah dan kelompok sosial pada setiap setiap jenjang pendidikan yang ada, tidak terkecuali kondisi tersebut juga terjadi pada lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Madrasah).

Melihat berbagai tantangan yang terjadi, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek)mencoba untuk melakukan upaya pemulihan pembelajaran.Salah satu upaya yang dilakukan Kemendikbudristek guna mengatasi permasalahan yang ada ialah mencanangkan Kurikulum Merdeka.

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

Perubahan kurikulum merupakan salah satu perubahan sistemik yang dapat memperbaiki dan memulihkan pembelajaran. Kurikulum menentukan materi yang diajarkan di kelas.Selain itu, kurikulum juga mempengaruhi kecepatan dan metode mengajar yang digunakan guru untuk memenuhi kebutuhan peserta didik.

Kurikulum Merdeka baru akan dijadikan kurikulum nasional pada tahun 2024 mendatang. Namun, untuk saat ini Kurikulum Merdeka baru menjadi opsi bagi satuan pendidikan. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa saat ini Kurikulum Merdeka masih dijadikan opsi. Pertama, Kemendikbudristek ingin menegaskan bahwa satuan pendidikan memiliki kewenangan serta tanggung jawab untuk melakukan pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks masing-masing sekolah.

Kerangka dari sebuah kurikulum memang disusun oleh pemerintah sebagai pemangku kebijakan. Akan tetapi, satuan pendidikan dan juga gurulah yang bertugas dalam mengoperasionalisasikan dan mengimplementasi kerangka kurikulum telah disusun oleh pemerintah pusat.

Alasan lainnya mengapa Kurikulum Merdeka baru menjadi opsi adalah perlu dilakukan sosialisasi dan penyesuaian terlebih dahulu sebelum Kurikulum Merdeka menjadi kurikulum nasional. Pendekatan bertahap ini memberi waktu bagi guru, kepala sekolah, dan dinas pendidikan untuk belajar.

Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olah hati, olah rasa, dan olah raga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. Peningkatan efisiensi manajemen pendidikan dilakukan melalui penerapan manajemen berbasis madrasah dan pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan.

Untuk mewujudkan efisiensi manajemen pendidikan dan pengelolaan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan, MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara setiap tahun mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Namun demikian, perkembangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan pendidikan yang begitu cepat berubah maka kegiatan madrasah harus secepatnya untuk disesuaikan. Selain itu, perkembangan ilmu pengetahuan yang ditandai dengan banyaknya temuan-temuan yang mutakhir dan perkembangan ICT (Information Communication Technology) yang begitu cepat harus dikuasai peserta didik saat ini dan yang akan datang. Akibatnya, terdapat pergeseran nilai-nilai yang ada di masyarakat yang juga menuntut pada madrasah untuk menyempurnakan nilai-nilai itu. Dengan perkembangan-perkembangan seperti ini maka kurikulum MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara Tahun Pelajaran 2023/2024 perlu direviu dan direvisi.

Seiirng dengan terbitnya KMA Nomor 347 Tahun 2022 tentang Implementasi Kurikulum Merdeka, seluruh stakeholder pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama, termasuk dalam hal ini MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara harus responsif untuk melakukan penyesuaian terutama dalam hal penyusunan dokumen operasinal madrasah yang representatif.

Implementasi kurikulum merdeka pada madrasah dimaksudkan sebagai panduan madrasah dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan di madrasah sesuai karakteristik kebutuhan dan pengelolaan pendidikan di madrasah.

Kurikulum merdeka, diterapkan di madrasah secara bertahap mulai Tahun Pelajaran 2022/2023 pada jenjang RA, MI, MTs, dan MA, secara terbatas pada madrasah percontohan/piloting yang ditetapkan Direktur Jenderal Pendidikan Islam dengan usulan dari Kanwil Kemenag Provinsi.

Tujuan dari pedoman kurikulum merdeka pada madrasah yang telah ditetapkan Menteri Agama RI pada 5 April 2022, untuk memberikan kemandirian pada madrasah dalam mengelola pendidikan dan pembelajaran, meningkatkan kualitas dan daya saing madrasah sesuai dengan tuntutan kompetensi abad-21.

Pengembangan kurikulum MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kelulusan (SKL), serta berpedoman pada penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, dan petunjuk teknis dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, serta memperhatikan pertimbangan Komite Madrasah.

Terkait dengan pengembangan kurikulum, terdapat sejumlah prinsip-prinsip operasional yang harus dipenuhi, yaitu:

  1. Berpusat pada peserta didik, yaitu berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.
  2. Kontektual, yaitu kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi, dan gender.Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.
  3. Esensial, yaitu tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
  4. Akuntabel, dapat dipertanggung jawaabkan karena berbasis datadan aktual.
  5. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan, Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.

Penyusunan kurikulum MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara ini bertujuan untuk mewujudkan kurikulum implementatif sebagai:

  1. Acuan pelaksanaan proses pendidikan untuk mencapai visi MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara.
  2. Acuan pelaksanaan proses pembelajaran untuk menghasilkan mutu lulusan yang berwawasan lingkungan, cerdas, dan santun berbahasa berdasarkan keimanan, ketaqwaan serta membentuk generasi muslim yang beriman, bertaqwa, religius, terampil, kreatif, dan inovatif sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  3. Acuan bagi guru dalam mengembangkan silabus dan rencana pembelajaran.
  4. Pedoman pelaksanaan proses penilaian  peserta didik  di MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara.
  5. Dasar pelaksanaann evaluasi dan program tindak lanjut dalam mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas di MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara.

Landasan yuiridis kurikulum ini adalah:

  1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  2. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005;
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008, tentang Guru;
  6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kopetensi Lulusan;
  7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah;
  8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Pendidikan Dasar dan Menengah;
  9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian;
  10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kopetensi Inti dan Kopetensi Dasar;
  11. Peraturan Menteri Agama Nomor 90 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah;
  12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan;
  13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64Tahun 2013 tentang Standar Isi;
  14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65Tahun 2013 tentang Standar Proses;
  15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian;
  16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
  17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 79 Tahun 2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Menengah;
  18. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 62Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
  19. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
  20. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
  21. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 104Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
  22. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum Tahun 2013;
  23. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 di Madrasah dan Madrasah;
  24. Peraturan Menteri Pendidikan dan KebudayaanNomor 35 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Madrasah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah;
  25. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah;
  26. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2018 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan danPenilaian Hasil Belajar oleh pemerintah;
  27. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 57 Tahun 2019 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah Melalui Ujian Nasional dan Satuan Pendidikan Melalui UjianMadrasah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan pada SMP/MTs, SMA/MA/SMK, dan sederajat;
  28. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik Ujian Nasional;
  29. Peraturan Menteri Agama Nomor 60 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah;
  30. Peraturan Menteri Agama Nomor 207 Tahun 2014 tentang Kurikulum Madrasah;
  31. Peraturan Menteri Agama Nomor 177 Tahun 2014 tentang Impementasi Kurikulum 2013 di Madrasah;
  32. Peraturan Menteri Agama Nomor 58 Tahun 2017 tentang Kepala Madrasah;
  33. Keputusan Menteri Agama Nomor 165 Tahun 2014 tentang Pedoman Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab;
  34. Keputusan Menteri Agama Nomor 184 Tahun 2019 tentang Implemetasi Kurikulum di Madrasah;
  35. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 5162 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Penilaian di Madrasah Tsanawiyah;
  36. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 5163 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Pengembangan Pembelajaran pada Madrasah;
  37. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 5164 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pada Madrasah;
  38. Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Menengah Nomor 5901/D/KR/2019 tentang Kesiapan SMP/SMA dalam Menerapkan Informasi sebagai Mata Pelajaran pada Tahun Pelajaran 2019/2020;
  39. Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: 1594/DjI/DT.II.I/KS.00/10/2018 tentang Penggunaan Aplikasi Rapor Digital di Madrasah;
  40. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2762 Tahun 2023 tentang Kalender Pendidikan Madrasah Tahun Pelajaran 2023/2024;
  41. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2791 Tahun 2020 tentang Panduan Kurikulum Darurat Pada Madrasah;
  42. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset Dan Teknologi Nomor 56 Tahun 2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran (Kurikulum Merdeka)
  43. Keputusan Menteri Agama RI Nomor: 347 Tahun 2022 Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah;
  44. Surat Keputusan Kepala MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara Nomor: 98/MTS/DU/VII/2023 tentang Kurikulum MTs Negeri 3 Kutai KartanegaraTahun Pelajaran 2022/2023.

Kurikulum Operasional MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara disusun dengan mengakomodasi kebutuhan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan keterampilan abad 21 yang meliputi integrasi nilai PPK (Pendidikan Karakter), Moderasi Beragama, Literasi, 4C (Creative, Critical Thingking, Communicative dan Collaborative), dan HOTS (Higher Order Thingkong Skill).

Analisis karakteristik MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara sangat penting untuk dilakukan agar mendapatkan gambaran utuh kondisi dan kebutuhan madrasah dan seluruh warganya. Hasil analisis karakteristik akan menjadi landasan dalam proses perumusan visi, misi, dan tujuan madrasah. Adapun cara untuk mengumpulkan informasi dalam melakukanan analisis madrasah yaitu: kuesioner, wawancara, FGD, observasi atau melaluihasil analisis EDM.

Prinsip-prinsip analisis lingkungan belajar pada MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara, adalah:

  1. Melibatkan perwakilan warga madrasah
  2. Menggunakan data-data yang diperoleh dari situasi nyata/kondisi madrasah
  3. Mengalokasikan waktu yang cukup untuk pengumpulan, pengorganisasian, analisis, dan dokumentasi data
  4. Memilah informasi yang relevan dan menyimpulkan untukmengembangkan strategi atau solusi

Data Peserta Didik 4 Tahun Terakhir

 

Berdasarkan data di atas, siswa tahun pelajaran 2021-2022 yang mempunyai kebutuhan khusus adalah nihil, baik yang TR: Tuna Rungu, TG: Tuna Grahita, TD: Tuna Daksa dan ADHD: Attention Deficit Hiperactivity Disorder.

Latar belakang keluarga peserta didik dari segi pendidikan lulusan SD/MI 60%, lulusan SMP/MTs 20% dan lulusan MA/SMA 15% dan lulusan S-1 5%, sedangkan latar ekonomi keluarga peserta didik mayoritas adalah petani/perkebun, sedangkan latar agama peserta didik 100% beraga Islam

 

 

Kurikulum MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara disusun dengan memperhatikan Karakteristik Kontek Sosial Budaya dan Lingkungan Madrasah, sebagaimana hal-hal sebagai berikut:

  1. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.
  2. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif, kognitif, psikomotor) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual, emosional dan sosial, spritual, dan kinestetik peserta didik.
  3. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan. Daerah memiliki potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah.
  4. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional. Era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional.
  5. Tuntutan dunia kerja. Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh sebab itu, kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
  6. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEK sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEK sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
  7. Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia dengan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. Oleh karena itu, muatan kurikulum semua mata pelajaran harus ikut mendukung peningkatan iman, taqwa dan akhlak mulia. 
  8. Dinamika perkembangan global. Pendidikan harus menciptakan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa, yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Pergaulan antarbangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain.
  9. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. Oleh karena itu, kurikulum harus mendorong berkembangnya wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI.
  10. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain.
  11. Kesetaraan jender. Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan memperhatikan kesetaraan jender.
  12. Karakteristik satuan pendidikan. Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi, dan ciri khas satuan pendidikan.

Fasilitas dan sarana pendukung MTs Negeri 3 Kutai kartanegara, sebagai berikut :

Data Ruang

 

 

Dalam memberikan pelayanan pendidikan dan pembelajaran MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara didukung oleh pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 39 orang yang terdiri dari 17 laki-laki dan 22 perempuan.

Data Guru dan Tenaga Kependidikan :

Visi

Kurikulum Operasional Madrasah disusun oleh Satuan Pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di madrasah. Madrasah sebagai unit penyelenggara pendidikan juga harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan diantaranya adalah:perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, globalisasi yang memungkinkan sangat cepatnya arus perubahan dan mobilitas antar dan lintas sektor serta tempat, era informasi, pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku dan moral manusia, berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan, era perdagangan bebas

Tantangan dan peluang itu harus direspon oleh MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara, sehingga visi madrasah diharapkan sesuai dengan arah perkembangan tersebut. Visi tidak lain merupakan cita-cita moral yang menggambarkan profil madrasah yang diinginkan di masa datang. Adapun visi MTs Negeri 3 Kutai Kartanegaraadalah:

“MENJADIKAN MADRASAH YANG UNGGUL DALAM IMTAQ DENGAN DUKUNGAN IPTEK, BERWAWASAN GLOBAL DAN CINTA LINGKUNGAN”

Misi

Berdasarkan visi yang telah dirumuskan, untuk mewujudkannya diperlukan suatu misi berupa kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan. Adapun Misi yang dirumuskan berdasar visi adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan nilai pendidikan agama lslam
  2. Mewujudkan implementasi nilai-nilai pendidikan keagamaan
  3. Meningkatkan implementasi budaya Islam dalam kehidupan peserta didik
  4. Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam iptek dan berbahasa Inggris
  5. Meningkatkan kemampuan prestasi peserta didik di bidang akademik
  6. Mengembangkan prestasi peserta didik melalui kegiatan non akademik
  7. Meningkatkan profesionalisme dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan
  8. Mewujudkan madrasah yang peduli lingkungan
  9. Mewujudkan kepercayaan dan dukungan dari masyarakat.

Program Madrasah

  1. Melaksanakan pembiasaan kegiatan keagamaan (Sholat Dhuha, Sholat Dzuhur, Peringatan Hari Besar Islam, Hafalan Juz 30, gerakan infaq dan , khatamul qur’an)
  2. Menerapkan Transformasi Digital, seperti penilaian berbasis komputer
  3. Melaksanakan kegiatan literasi (membaca dan menulis)
  4. Melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler
  5. Krida (pramuka, PMR/UKS, OSIS)
  6. Karya Ilmiah (MyRes, dan Keilmuan)
  7. Olah bakat (seni dan olahraga)

Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai MTs Negeri 3 Kutai Kartanegarasebagai bentuk untuk mewujudkan visi madrasah yang tealah ditetapkan adalah sebagai berikut:

Tujuan Jangka Pendek (1 tahun)

  • Membentuk peserta didik yang beriman dan berakhlakmulia
  • Mendorong peserta didik untuk mampu mengreasikan ide yang dituangkan dalam tulisan atau tindakan yang berakar pada budayalokal.
  • Menyelenggarakan proses pembelajaran yang memacu peserta didik bernalarkritis,kreatifdaninovatifdalammengembangkanidedangagasan.
  • Mengoptimalkan sarana prasarana madrasah yang menunjang peseta didik dalam mngreasikan ide/gagasan yang berakar pada nilai budayalokal.
  • Menciptakan peserta didik yang mampu bernalar kritis dalam pelaksanaan kegiatan berbasis proyek yang mnegedepankan jiwakegotong-royongan

Tujuan Jangka Panjang (4 tahun )

  • Merancang pembelajaran yang mengedepankan ciri khas madrasah dan daerah dalam nuansa kebhinekaan global yangharmonis;
  • Membentuk peserta didik yang memiliki kemampuan daya saing, berkarakter, berprestasi dan memiliki pribadi yang beriman, rajin dan taat beribadahsertasalingmenghargaiperbedaandanmencintailingkungandan bangsanya;
  • Menghasilkan lulusan yang mampu mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila dalam kehidupan nyata;
  • Menjadi pemimpin bagi diri dan temannya untuk menjadi pribadi yang bernalar kritis, tangguh, percaya diri dan bangga dalam kegotong – royongan.
  • Menguasai kecakapan dalam berkomunikasi sosial dan berjiwa kompetitif, kreatif dan mandiri yang tetap menjunjung budayalokal
  • Mempunyai life skill yang mampu berdapatasi dengan perekembangan jaman.
  • Mampu mengkreasikan ide/ gagasan yang dituangkan dalam tindakan atau karya yang berakar dari budaya lokal dalam kebhinekaanglobal
  • Mempunyai karakter yang sopan, santun dan dan mandiri, kreatif yang mampu bersaing sesuai perkembanganjaman.
  • Menjadikan madrasah sebagai tempat untuk mengembangkan proses perkembangan intelektual, emosional, sosial, ketrampilan dan tumbuh kembang peserta didik sesuai tingkat kemampuan dan kondisi masing masing peserta didik yang mengedepankan nilai gotongroyong.
  • Menjadikan masyarakat dan orang tua sebagai mitra bersama dalam menjalankan penyelenggaraan pendidikanmadrasah.

Slogan Madrasah

“MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara Berakhlak, Berilmu, Berprestasi”

 

 

Kurikulum di MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara dikembangkan dengan memperhatikan empat ranah yaitu sosial-emosional, intelektual, ketrampilan, dan perilaku dengan kompetensi spiritual sebagai payungnya, yang dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran berbasis tema atau integrated curriculum pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam-Sosial, dan Bahasa Inggris. Sedangkan untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Bahasa Arab, Fiqih, SKI, Aqidah Akhlak dan Qur’an Hadits), Seni, Matematika dan PJOK dilaksanakan dalam bentuk parsial. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dalam waktu 6 hari masuk madrasah.

Pelaksanaan proses pembelajaran di MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara dilaksanakan dalam dua macam bentuk kegiatan, yaitu pembelajaran regular dan blok. Pembelajaran regular adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan dikelas secara rutin sedangkan sistem blok dilaksanakan sesuai event tertentu.

Muatan kurikulum dalam satuan Pendidikan memuat beberapa komponen antara lain muatan pembelajaran intrakurikuler, proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dan ekstrakurikuler.

  • Intrakurikuler

Intrakurikuler adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang ditempuh peserta didik. Adapun mata pelajaran yang diselenggarakan oleh MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara adalah Pendidikan Agama Islam(Bahasa Arab, Fiqih, SKI, Aqidah Akhlak dan Qur’an Hadits)i, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Informatika, Mapel Pilihan (Seni Budaya dan Prakarya) serta Mata Pelajaran muatan lokal (Tahfiz).

Pembelajaran pada MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara menekankan pada pembelajaran berbasis literasi dengan mengangkat nilai luhur budaya local dan mengacu pada tema-tema yang sudah ditentukan dalam capaian pembrelajaran. Dalam pembelajaran berbasis literasi ini peserta didik diharapkan mampu untuk mengkreasikan ide/gagasan untuk memperoleh sebuah karya dalam bentuk tulisan. Pada akhirnya karya ini akan didokumentasikan dalam berbagai bentuk contohnya buku, artikel, atau publikasi digital.

Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran berbasis literasi ini tetap harus mengimplementasikan model dan syntak pembelajaran yang sudah ada diantaranya Problem Based Learning, Project Based Learning, Discovery Learning, Inquiry Based Learning, dan model pembelajaran lain yang relevan. Adapun muatan kurikulum pada kegiatan intrakurikuler ada pada tabel berikut:

Tabel Muatan/ Struktur Kurikulum KMA 347 dan KMA 183Tahun 2022

 

  • Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA)

Kegiatan proyek penguatan merupakan kegiatan yang dilaksanakan di luar jam pelajaran kegitan ini dimaksudkan untuk lebih memperdalam dan menghayati materi pelajaran yang telah dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler didalam kelas. Kegiatan ini dilakukan secara individual maupun kelompok. Ada beberapa bentuk kegiatan penguatan di MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara.

Pelaksanaan kegiatan proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin di MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara dilaksanakan pada akhir semester. Peseta didik harus menyelesaikan 3 tema di tiap semester dengan alokasi waktu 4 minggu. Tema yang diambil mengacu pada Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alaminserta penentuan pemilihan tema ditentukan oleh guru pengampu. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam penilaian. Pelaksanaan proyek tersebut adalah kolaborasi antara beberapa mata pelajaran namun dengan penilaian yang dan jenis proyek yang berbeda tiap mata pelajaran.

Alur/tahapan pelaksanaan proyek yang tiapa mata pelajaran adalah sebagai berikut: 1) Penentuan tema proyek Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin tiap mata pelajaran dilaksankan pada saat pembelajaran di kelas; 2) Tiap kelas menentukan tema yang akan dipilih dengan didampingi guru mata pelajaran masing-maisng kelas; 3) Guru mata pelajaran saling berkoordinasi untuk menetukan kolaborator yang sesuai; 4) Kelompok mata pelajaran kemudian mendesain proyek yang sesuai dengan tema yang dipilih; 5) Guru mata pelajaran kemudian merancang kisi-kisi, materi dan penilaian proyek beserta Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD).

Kegiatan proyek profil pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin dilaksanakan dengan mengacu pada model pembelajaran berbasis proyek (PJBL). Langkah Kegiatan pembelajaran berbasis proyek ini antara lain: 1) Mengambil topik yang sesuai denga realitas dengan mentukan pertanyaan mendasar untuk memulai proyek; 2) Mendesain pelaksaan proyek ;3) Menyusun jadwal proyek;4) memonitor peserta didik dan kemjuan proyek ;5) Menguji Hasil; 6) Mengevaluasi pengalaman yang sudah diperoleh oleh peserta didik.

Pelaksanaan kegiatan ini didampingi oleh guru mata pelajaran, pembina dan wali kelas dengan tetap melibatkan orang tua baik secara langsung maupun tidak langsung. Pihak madrasah mengadakan pemantauan terkait kegiatan proyek tersebut.

  • Ekstrakurikuler

Kegiatan Ekstrakurikuler ada 2 macam yaitu ekstrakurikuler wajib dan pilihan. Ekstrakurikuler wajib yaitu kepramukaan dan ekstrakurikuler pilihan yang dikembangkan dan diselenggarakan sesuai bakat dan minat peserta didik. Kegiatan ektrakurikuler kepramukaan wajib diikuti seluruh peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan secara blok, aktualisasi dan regular. Kegiatan ekstra wajib untuk pendidikan kepramukaan sebagai suplemen pencapaian profil pelajarn Pancasila.  Ekstrakuriler wajib kepramukaan ini wajib diikuti oleh semua peserta didik (kelas VII, VIII, IX) dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran tiap minggu.

Sedangkan ekstrakurikuler pilihan diikuti oleh peserta didik kelas VII, dan VIII, alokasi waktunya setara dengan 2 jam pelajaran dan dilaksanakan pada siang/sore hari. Kegiatan ekstrakurikuler bersifat dinamis sesuai dengan input dan bakat minat peserta didik, sehingga mampu menggali potensi peserta didik.

 

Kurikulum di MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara dikembangkan dengan memperhatikan empat ranah yaitu sosial-emosional, intelektual, ketrampilan, dan perilaku dengan kompetensi spiritual sebagai payungnya, yang dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran berbasis tema atau integrated curriculum pada matap elajaran

Pendidikan Pancasila,  Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, Sosial, dan Bahasa Inggris.Sedangkan untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Isla, (Bahasa Arab, Fiqih, SKI, Aqidah Akhlak dan Qur’an Hadits), Seni, Matematika dan PJOK dilaksanakan dalam bentuk parsial. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dalam waktu 5 hari masuk madrasa

Muatan kurikulum dalam satuan Pendidikan memuat beberapa komponen antara lain muatan pembelajaran intrakurikuler, proyek pengutan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin serta ekstrakurikuler.

Pengaturan beban belajardan muatan pembelajarannya di MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara diatur sebagai berikut:

Sedangkan pembagian alokasi waktu per tahun bisa dilihat pada lampiran tabel Pengaturan alokasi waktu per minggu sesuai dengan Permen Dikbud tentang Prinsip Dasar Kurikulum Operasional Madrasah adalah total 31 jam pelajaran tatap muka tiap minggu sudah termasuk mata pelajaran muatan lokal 2 jam pelajaran. Adapun pelaksanaan proyek Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin dilaksanakan minimal 20% dari total waktu pembelajaran yang ada.

  • Rencana Pembelajaran untuk Ruang Lingkup Satuan Pendidikan.

Alurpembelajaran yang runtutdinyatakan dalam rangkaian tujuan pembelajaran yang meliputi konten / materi, keterampilan dan konsep inti untuk mencapai capaian pembelajaran setiap fase dan menjelaskan cakupan / kedalaman setiap konten, gambaran asesmen, serta sumber belajar.

Prinsip Alur Tujuan pembelajaran:

  • Esensial, ada penjabaran konsep, keterampilan dan konten inti yang diperlukan untuk mencapai capaian pembelajaran Berkesinambungan, tujuan – tujuan dalam alur pembelajaran tersusun secara berkesinambungan dan urut secara berjenjang dengan arah yang jelas
  • Kontekstual, Tahapan tujuan pembelajaran sesuai dengan tahapan perkembangan peserta didik.
  • Tujuan pembelajaran disampaikan dengan bahasa/istilah yang mudah dipahami
  1. Rencana Pembelajaran untuk Ruang Lingkup Kelas

Rencana pembelajaran disusun untuk merencanakan proses pembelajaran dengan terperinci. Rencana pembelajaran disusun oleh guru sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Rencana pembelajaran disusun supaya proses pembelajaran lebih tertata sesuai dengan alur pembelajaran yang sudah direncanakan. Rencana pembelajaran MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara terdiri dari Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun sesuai ketentuan, yang mudah dipahami.

Silabus MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara disusun dalam bentuk matriks yang memuat alur tujuan pembelajaran, materi ajar, kegiatan pembelajaran, penilaian dan sumber belajar.

  1. Alur tujuan pembelajaran berfungsi mengarahkan guru dalam merencanakan, mengimplementasi dan mengevaluasi pembelajaran secara keseluruhan sehingga capaian pembelajaran diperoleh secara sistematis, konsisten, terarah danterukur.
  2. Materi ajar merupakan materi pokok yang telah disusun pada alur tujuan pembelajaran.
  3. Kegiatan pembelajaran dikemas secara umum sebagai acuan untuk menyusun rencana pelaksaanaan pembelajaran.
  4. Penilaian merupakan penilaian otentik yang memadukan dimensi sikap, pengetahuan dan keterampilan selama dan setelah proses pembelajaran. Sumber belajar dipilah sesuai kebutuhan peserta didik dan merupakan sumber belajar yang mudah digunakan, berbasis lingkungan, dan mendukung pembelajaran yang kontekstial dan menyenangkan.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara disusun sesuai dengan aturan terbaru yang sudah ditetapkan oleh pusat. Ada tiga unsur utama yang termuat dalam RPP yaitu: 1) Tujuan pembelajaran; 2) Langkah-langkah pembelajaran;dan 3) Penilaian. Tujuan pembelajaran merupakan penerjemahan tujuan capaian pembelajaran  yang dapat terukur pencapaian dan keberhasilannya. Langkah kegiatan  pembelajaran menggambarkan keseluruhan aktivitas yang akan dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran pun diintegrasikan penumbuhan dan penguatan Profil Pelajar Pancasila, Penilaian merupakan proses mengukur ketercapaian selama proses pembelajaran. Penilaian ini mencakup aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan

Penilaian Pembelajaran Intrakurikuler

Penilaian pembelajaran dilakukan dalam proses pembelajaran dan memuat penilaian ranahsikap, pengetahuan dan keterampilan, Teknik penilaian pembelajaran dilakukan sesuai dengan model pembelajaran yang dipilih, dapat dilakukan dengan teknik:

  • tes tertulis,
  • tes lisan,
  • penugasan,
  • praktik,
  • produk, dan
  • portofolio

Penilaian proyek

Penilaian proyek harus direncanakan diawal proyek, diinformasikan kepada peserta didik. Penilaian proyek lebih menekankan pada pengembangan potensi, minat dan bakat serta penguatan karakter, seperti beriman, bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, gotong royong, kreatif, bernalarkritis, dan berkebhinekaan global, Teknik yang digunakan antara lain:

  • observasi;
  • wawancara;
  • produk;
  • penilaian diri dan penilaian antar teman

Mekanisme Assesmen

  • Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik sebagai umpan balik untuk guru, peserta didik, dan orang tua, agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya
  • Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran
  • Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar dan menentukan keputusan tentang langkah selanjutnya
  • laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai serta strategi tindak lanjut
  • hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

  • Kelas VII = 78
  • Kelas VIII = 79
  • Kelas IX = 80

Kriteria kenaikan kelas khusus bagi peserta didik kelas VII dan kelas VIII Tahun Pelajaran 2023/2024 mengacu pada Pedoman Pembelajaran dan Asesmen, ditetapkan sebagai berikut :

 

Setiap lulusan satuan pendidikan dasar dan menengah diharapkan memiliki kompetensi pada tiga dimensi yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan.Dengan semangat teliti, telaten, teladan, tanggap, MTs Negeri 3 Kutai Kartanegra sebagai madrasah pencetak sumber daya manusia unggul, perlu dibuat kreteria kelulusan. MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara mempunyai kriteria kelulusan bagi peseta didikyaitu:

  1. Menyelesaikan seluruh programpembelajaran.
  2. Lulus Ujian Madrasah: Peserta Ujian Madrasah MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara dinyatakan lulus apabila nilai minimum setiap mata pelajaran Ujian Madrasah adalah 78.
  3. Lulus Ujian Praktik: Peserta Ujian Praktek MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara dinyatakan lulus, apabila memiliki nilai minimum 78 untuk setiap mata pelajaran yang diujikan.
  4. Nilai kepribadian dan akhlak mulia minimum Baik (B).
  5. Kehadiran minimal 90 % dari jumlah hari efektif, kecuali ada surat dispensasi atau sejenisnya yang bisa dipertanggung
  6. Ditetapkan dalam rapat pleno dewan guru dan Kepala

Setiap permulaan tahun pelajaran, tim penyusun program madrasah menyusun kalender pendidikan untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Pengaturan waktu belajar di madrasah mengacu kepada standar isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik madrasah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah daerah.

Kalender Pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, wajtu pembelajaran efektif dan harilibur.

Penetapan Kalender Pendidikan MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara Tahun Ajaran 2023/2024 adalah sebagai berikut:

  • PermulaanTahun Ajaran 2023/2024 dimulai bulan Juli 2023 dan berakhir bulan Juni tahun 2024.
  • Hari libur madrasah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Agama dalam hal yang berkaitan dengan hari raya keagamaan dan Kabupaten Kutai Kartanegara
  • Pemerintah Pusat/ Provinsi/ Kabupaten dapat menetapkan hari libur serentak untuk satuan-satuanpendidikan.
  • Kalender pendidikan MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara disusun berdasarkan kebutuhan dan kegiatan-kegiatan madrasah dipadukan dengan kalender pendidikan yang disusun Kantor Kementerian Agama Wilayah Kalimantan Timur Provinsi Kalimantan Timur serta memperhatikan peraturan dan kalender kegiatan pemerintah daerah Kabupaten Kutai Kartanegara.
  • Kalender pendidikan setiap tahun berubah mengikuti peraturan/kalender pendidikan dari Kantor Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, maka dari itu kalender pendidikan disajikan dalam bentuk lampiran, sedangkan di sini hanya dipaparkan secara umum atau garis besarnyasaja.

Alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu libur, dan kegiatanlainnya tertera pada tabel berikut :